Laman
Rabu, 22 Mei 2013
Have you ever felt like you don’t know what’s going on anymore. Like you don’t care about anything anymore. You’ve lost motivation to do anything. Your mind is set on to many things,that you are confused about your feelings,and you can’t explain how you feel either. The feelings of emptiness and feeling that barely anyone is there for you. Feeling that no one can understand you anymore. And it seems like there is nothing to look forward to anymore.
Senin, 13 Mei 2013
nggak ada persahabatan yang sempurna
Bentar lagi
perpisahan ya. Bentar lagi. 1 tahun lagi.
1 tahun itu
macam 1 hari kalau kita mengisinya dengan hal-hal yang biasa aja. Hal-hal yang
nggak ‘FANTASTIC BABY!’, yang WOW, yang berkaitan dengan kata ‘YOU ONLY LIVE ONCE a.k.a YOLO’
Di 1 tahun
itu bakalan jadi hari-hari yang bakalan diingat, kalau kita mengisinya dengan
hal-hal yang hanya bisa kita lakukan kalau kita masih muda. Ngumpul rame bareng
teman, contohnya.
Tapi kayanya
belum tau deh. Kita sekarang udah sibuk. Sibuk dengan urusan masing-masing.dengan
masa depan sendiri.
Bulshit,
Kalau kalian
bilang, nanti juga ada waktunya.
Waktu itu
nggak datang dua kali. Setiap detik yang kita jalani itu beda. Nggak ada yang
sama.
Gue tau, gue
juga ada kaitannya dengan masalah ini. Gue sadar kok. :)
1 tahun lagi
kita bakalan sendriri-sendiri.
Masa “dih,
elo siapa ya?” “ini orang SKSD banget,” “peduli amat!” bakalan terulang lagi.
Dan pegang
kata-kata gue, beberapa tahun yang akan datang, kita berenam nggak akan berenam
lagi. Ngerti nggak maksud gue?
Pasti ada
yang mikir “lebay, deh!”
Dan gue cuman
bisa balas, “entar elo juga ngerasa :)”
Ini akibat
kebanyakan baca novel, mungkin. Pikiran gue
udah terhipnotis kata ‘masa putih abu-abu udah yang paling rame’
Nih gue kutip quote-dari salah satu novel-yang paling nyentuh, buat kalian yang baca ini. Jangan hanya
sekali bacanya ya. Gue yang baca quote ini cuma sekali, ngerasanya biasa aja. Tapi
pas udah gue baca berulang-ulang, rasanya pengen nangis. SWEAR!
“Tidak ada persahabatan yang sempurna di dunia
ini. Yang ada hanya orang-orang yang berusaha sebisa mungkin untuk
mempertahankannya.“
dina
Rabu, 01 Mei 2013
Cerita Hati; Ini Cinta Pertama
Mungkin kamu juga merasakan hal yang sama saat mengingat cinta pertama. Mengingatnya yang membuatmu merasakan debaran jantung yang tak karuan untuk kali pertama. Mengenangnya yang menghangatkan hatimu hanya dengan senyumnya.
Meski kini mungkin kamu tak lagi bersamanya, kamu seolah menyadari bahwa ungkapan “first love never die” bisa jadi benar adanya. Ya, cinta pertama yang membuatmu mengenal cinta. Membuatmu jatuh hati berkali-kali dalam satu waktu.
Meski kini mungkin kamu tak lagi bersamanya, kamu seolah menyadari bahwa ungkapan “first love never die” bisa jadi benar adanya. Ya, cinta pertama yang membuatmu mengenal cinta. Membuatmu jatuh hati berkali-kali dalam satu waktu.
Hujan Punya Cerita tentang Kita - Yoana Dianika
Jatuh cinta kepadamu begitu menyenangkan, seperti meringkuk dalam selimut hangat pada malam yang hujan. Seperti menemukan keping terakhir puzzle yang sedang kau susun.
Cinta ini sudah berada tepat di tempat yang seharusnya, di ruang hatimu dan hatiku.
Namun, mengapa resah justru yang merajai kita? Padahal, katanya cinta sanggup menjaga. Aku ingin kau tahu, diam-diam, aku selalu menitipkan harapan yang sama ke dalam beribu-ribu rintik hujan: aku ingin hari depanku selalu bersamamu.
Aku mencintaimu. Selalu.
Dan, mereka tak perlu tahu…
Cinta ini sudah berada tepat di tempat yang seharusnya, di ruang hatimu dan hatiku.
Namun, mengapa resah justru yang merajai kita? Padahal, katanya cinta sanggup menjaga. Aku ingin kau tahu, diam-diam, aku selalu menitipkan harapan yang sama ke dalam beribu-ribu rintik hujan: aku ingin hari depanku selalu bersamamu.
Aku mencintaimu. Selalu.
Dan, mereka tak perlu tahu…
Selamanya Cinta - Kireina Enno
Bahagia
itu sederhana—duduk diam bersamamu saja telah membuatku bahagia. Bersamamu
membuat hari-hariku penuh warna. Begitukah makna sahabat, seseorang yang
membuatmu rindu, membuatmu tersenyum diam-diam ketika mengingatnya? Ataukah aku
telah jatuh cinta kepadamu—dalam kebersamaan hari-hari kita? Namun, jika cinta
membuat kita luka dan membuatku kehilanganmu, aku memilih menyimpan cintaku di
relung hati paling jauh. Dan, luka, biarkan ia tersimpan di hati. Dengan
begitu, kau akan tetap di sisiku, bukan? Ah, nyatanya, kau tetap menjelma
kehilangan dalam kisah kita. Entah bagaimana, aku pun kehilangan bahagia. Kau,
di takdir manakah kita bisa bertemu kembali? Aku menunggumu....
Langganan:
Komentar (Atom)
