Laman

Jumat, 23 September 2016

“You never lose friends. You just discover who your real friends are.”



So, it has been a very long time since I posted something on this blog.

As you know, this is not my personal blog, so I’m not going to post anything about my story but our story.


Jadi, sudah dua tahun lalu sejak kami berenam lulus sma, actually smk.

Dan banyak hal yang terjadi menjelang masa-masa terakhir kami sekolah.

Magang yang kedua kalinya, ikut les di sekolah buat persiapan UN, ujian akhir sekolah, ujian kejuruan akuntansi, un, pengumuman kelulusan, susah bingungnya nentuin mau kemana habis lulus sampai perpisahan sekolah dan akhirnya kami jalan masing-masing.

Duh, gue bingung mau mulai dari mana.

There are so many things that I want to share, about us.

Np : Sheila on 7 – Sebuah Kisah Klasik

Jadi singkat cerita, setelah kami nyelesain magang kedua, fokus kami mulai mengarah ke hal-hal mengesalkan sekaligus ngangenin haha; ujian.

Mulai dari ikut pelajaran tambahan di sekolah yang malesnya minta tabok (maafkeun), beberapa kali pengen bolos tapi nggak berhasil dan symptoms depresi yang kebanyakan anak kelas tiga rasain. I personally think, semuanya berhasil kami laluin. Buktinya kalian berlima masih sehat kan sekarang? Ye gak?

Lalu, gue masih ingat ke-hectic-an menjelang ujian-ujian yang nggak bakal dilupain itu. Ujian kejuruan hampir makan waktu seharian, ujian nasional hampir bikin gue rasanya mau makan buku mentah-mentah.

Selesai ujian, kita mulai sibuk dengan pikiran masing-masing mau lanjut kemana. Tapi pikiran lulus-atau-nggak juga masih ada dong.
Kesekolah cuman tinggal beberapa minggu lagi itu terasa banget suasananya. Mungkin kalau bisa diputer ulang gue mau puas-puasin jajan di kantin sekolah yang ngangenin itu haha. Puas-puasin jajan pempek, makan bakso bareng-bareng, beli pentol goreng depan sekolah sampai nasi goreng buatan Husna.

Semuanya ngangenin banget.

Sampai hari perpisahan sekolah, tepatnya 17 Mei 2014. Yang ikut perpisahan, pake kebaya dan atribut-atribut ribet lainnya, semuanya hadir, minus Rizka sama Husna karena katanya ada keperluan penting lain.

Beberapa hari kemudian, kalau nggak salah, 20 Mei 2014, kelulusan diumumkan.

Nggak ada coret-coret baju, keliling-liling kota pake kuda delman juga nggak, jangankan itu, kumpul-kumpul berenam aja nggak. Semuanya ngerayain sendirian. Dan disitu makin kerasa jaraknya.

Singkat cerita lagi, nilai ujian diumumin. Dan ya, nilainya nggak ngecewain.

Lanjut. Setelah pengumuman kelulusan, kami udah sangat sibuk #halah buat daftar kuliah. Kami jadi terbagi-bagi kayak gitu. Norma-Qori-Anita kompakan mau kuliah sambil kerja, gue sama Rizka punya keinginan sama buat fokus kuliah aja dan ngedaftar di Unlam, dan Husna, yang paling ajaib, tiba-tiba waktu liat pengumuman lulus masuk unlam, gue dan Rizka ngeliat nama Husna terdaftar disana. Yak, saking jarang kontak-kontakan lagi, gue nggak tau ternyata Husna juga daftar di Unlam.

Lalu hari-hari terakhir kesekolah bisa dihitung pake jari. Kesekolah cuma buat ngambil ijazah dan semacamnya. Semuanya udah di laluin dan terakhir kali gue kesekolah adalah September tahun kemaren karena ngurus sesuatu.
Bangunannya masih sama. Hijau dan lumayan banyak tanaman. Walaupun nggak sempat nengok kantinnya, tapi liat halaman sekolah yang luas itu jadi ingat waktu pelajaran olahraga kelas 11, yang dipakai buat main bola rame-rame sesama cewek. Haha.

And yeah. I miss it so much. And I know you guys also have the same feeling.

Ya. Itu tadi sedikit flashback dari masa-masa akhir sekolah kami, yang terjadinya dua tahun lalu. Dan baru gue muat di blog karena baru nemu password blog ini setelah sekian lama terombang-ambing di dasar pikiran. Ya. Gue lupa passwordnya dan syukur banget dengan berbagai cara gue berhasil log in ke blog ini.

Udah banyak banget yang berubah. Basically, nggak ada yang berubah, kita cuma growing up.

Ada yang punya teman-teman baru bahkan sahabat baru di kampus masing-masing, sampai nemuin gebetan dan pacar.

Dan ya, gue masih nganggep kalian lebih dari teman-teman baik gue. Kita semua.

Walaupun nggak ada adegan dramatis buat jadi kenangan pertemanan kita semua, solidaritasnya mungkin nggak seWOW di film AADC, atau hal-hal yang bisa bikin orang lain iri sama pertemanan kita, but still, bareng kalian, sekedar jajan pentol goreng depan sekolah rame-rame adalah hal yang paling dikangenin. Sesederhana itu.

Now, we're growing up. Ada yang udah 20 tahun keatas umurnya, ada yang udah punya plan buat masa depannya entar, mungkin ada yang kurang satu tahun lagi siap-siap ngerjain tugas akhir dan diwisuda. Lalu masing-masing dari kita dapet undangan nikah yang pertama kalinya, entah itu dari Qori, Rizka, Husna…. hha
Dan ya, life changes so fast.

Rasanya baru tahun kemaren kita sepakat namain Diamond buat pertemanan ini. Rasanya baru tahun kemaren juga kita masih duduk dikelas sambil ngomongin hal-hal nggak jelas.

Okay, sekarang balik lagi ke masa sekarang. Tahun ini cuma dua kali sempat ngumpul bareng. Pertama waktu tanggal dua April lalu. Malam minggu ngumpul bareng di sebuah cafĂ© daerah Kayutangi sambil nyeruput teh.  Dan yang kedua waktu buka puasa bareng satu Juli kemaren.




Cuma dua kali itu kami ketemuan dan sisanya jalanin hidup masing-masing. 

Mungkin terlalu naif kalau gue harap kita bisa kompakan kaya dulu lagi. Itu terlalu jauh dari realitas bray. 
Jadi harapan gue cuma sederhana aja: semoga kalian tenang disana...  Apaannnn -,-
Bercanda, cuuu. 

Semoga kita sehat selalu agar bisa melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa; dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial!

aamiin-in ya


Mungkin cuma itu yang bisa gue ceritain disini. Otak udah mumet, men banyak ngerjain tugas dan kewajiban hidup lainnya. Haha.

Bye






Ps : sesekali boleh lah ngadain trip bareng-bareng kayak di AADC 2. HAQHAQ












Senin, 13 Oktober 2014

Suatu Hari Nanti

Suatu hari akan ada seseorang yang cukup baik budinya untuk membuat tertarik. Cukup luas hatinya untuk tempatmu tinggal. Cukup bijaksana pikirannya untuk kamu ajak bicara.
Kamu tidak perlu menjadi orang lain untuk mempertahankan seseorang, tetap jadilah diri sendiri. Kamu pun tidak (dan jangan) menuntut orang lain menerima keadaanmu bila ia memang tidak mampu menerimanya. Karena yang baik belum tentu tepat. 


Orang baik itu banyak sekali dan hanya ada satu yang tepat. Selebihnya hanyalah ujian. Kamu tidak pernah tahu siapa yang tepat sampai datang hari akad. Tetaplah jaga diri selayaknya  menjaga orang yang paling berharga untukmu. Karena kamu sangat berharga untuk seseorang yang sangat berharga buatmu nantinya. 

Suatu hari akan ada orang yang cukup baik dan cukup luas hatinya untuk kamu tinggali. Cukup kuat kakinya untuk kamu ajak jalan bersama. Lebih dari itu, ia mampu menerimamu yang juga serba cukup.



~

halo.

kalian, apa kabar?

Sabtu, 09 November 2013

Pelangi di Matamu

30 menit kita disini
tanpa suara
dan aku resah
harus menunggu lama ..
kata darimu

mungkin butuh kursus
merangkai kata,
untuk bicara
dan aku benci
harus jujur padamu,
tentang semua ini

jam dinding pun tertawa,
karna ku hanya diam dan
membisu
ingin kumaki
diriku sendiri, yang tak
berkutik di depanmu

ada yang lain
disenyummu
yang membuat lidahku
gugup tak bergerak
ada pelangi
di bola matamu
dan memaksa diri
tuk bilang
"aku sayang padamu" (2x)

(seakan memaksa dan
terus memaksa)

mungkin Sabtu nanti
kuungkap semua,
isi di hati
dan aku benci
harus jujur padamu
tentang semua ini ......

Rabu, 22 Mei 2013

I already said too much. I already shared too much, and I want all my secrets back. I hate getting close to people these days, I always regret sharing too much, caring too much, doing too much, feeling too much.
NOTHING IS ABSOLUTE. EVERYTHING CHANGES, EVERYTHING MOVES, EVERYTHING REVOLVES, EVERYTHING FLIES AND GOES AWAY.